Hubungan Perilaku beresiko tertular HIV pada Remaja dengan Pengetahuan Pencegahan HIV/AIDS di Wonogiri

. Marni, Nita Yunianti Ratnasari

Sari

Abstrak

Remaja merupakan generasi penerus bangsa, namun saat ini banyak sekali remaja yang tertular HIV/AIDS. Perilaku seksual beresiko tertularnya HIV/AIDS dan penggunaan narkoba suntik dimulai dari umur 13-14 tahun. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis  hubungan perilaku beresiko tertular HIV/AIDS dengan pengetahuan remaja tentang pencegahan tertularnya penyakit HIV/AIDS.  Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelatif dengan rancangan Cross-sectional. Populasi adalah remaja yang masih sekolah di SMPN III, SMPN IV dan SMPN VI Wonogiri, yang berjumlah 586. Teknik pengambilan sampel dengan teknik random sampling, dan  diperoleh sampel sebanyak 277 orang. Data dikumpulkan dengan cara mengisi angket/kuesioner, Data dianalisis dengan Univariat dan Bivariat. Design analisis adalah analisis hubungan dengan regresi linier. Hasil Penelitian : responden sebagaian besar kelas VII yaitu 69,3% dan berumur 13 tahun yaitu sebanyak 50,9%. Sumber Informasi  tentang HIV/AIDS paling banyak didapatkan dari tenaga kesehatan/penyuluhan yang berjumlah 142 responden (51%). Ini berarti tenaga kesehatan yang ada di Wonogiri sudah baik dalam memberikan penyuluhan kesehatan tentang HIV/AIDS. Nilai p-value  = 0.233 yang berarti pengetahuan tidak berpengaruh terhadap perilaku. Kesimpulan : Perilaku beresiko tertular HIV pada remaja tidak ada hubungan dengan pengetahuan pencegahan HIV/AIDS, ini berarti bahwa perilaku beresiko tertular HIV dipengaruhi oleh factor lain yang tidak penulis teliti.

 

Teks Lengkap:

PDF PDF

Referensi

Bakara, D. M., Esmianti, F. dan Wulandari, C. (2014) “Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Tentang HIV/AIDS terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa SMA,” Jurnal Kesehatan, V(1), hal. 67–70.

Chodidjah, S., Agustini, N. dan Ungsianik, T. (2014) “Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Hiv/Aids Dengan Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja,” Jurnal Keperawatan Indonesia, 8(2), hal. 50–53. doi: 10.7454/jki.v8i2.147.

Ekasari, D., Demartoto, A. dan Murti, B. (2018) “Effects of Sexual Behavior , Family Support , Peer Support , Stigma , and Discrimination on Quality of Life Among Gay Community in Tulungagung , East Java,” 3, hal. 50–59.

Febrianti (2017) “Faktor - faktor Yang berhubungan dengan stigma terhadap orang dengan HIV Dan AIDS (ODHA),” Journal Endurance, 2(2), hal. 158–167. doi: http://doi.org/10.22216/jen.v2i2.1840.

Garett, R. dan Young, S. (2018) “Risk behaviors among sexual partners of African American and Latino online social network – using men who have sex with men,” HIV & AIDS Review, 17(2), hal. 10–14.

Hapsari, E., Sarjana, W. dan Sofiro, M. A. (2016) “Hubungan Tingkat Depresi dengan Kualitas Hidup Pasien Hiv/Aids di RSUP. Dr. Kariadi Semarang,” Jurnal Kedokteran Diponegoro, 5(4), hal. 737–750.

Hutami, G. (2014) Hubungan Perilaku Beresiko Dengan Infeksi HIV Pada Anak Jalanan Di Semarang. Universitas Diponegoro.

Isni, K. (2016) “Dukungan Keluarga, Dukungan Petugas Kesehatan, Dan Perilaku Ibu Hamil HIV Dalam Pencegahan Penularan HIV/AIDS Ke Bayi,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2), hal. 96–104. doi: ISSN 1858-1196.

Johnson, E. J. (2018) “A case study on the consequences of HIV/AIDS within the Caribbean: Issues faced by a teenager born with HIV,” HIV and AIDS Review, 17(2). doi: 10.5114/hivar.2018.76379.

Lestari, T. dan Sugiarsi, S. (2015) “Kajian Kemampuan Masyarakat Dalam Mengidentifikasi Masalah Kesehatan Lokal (HIV/AIDS),” PROFESI, 12(September 2014), hal. 1–7.

Lutfixa sari, R. dan Nur, H. (2015) “Analysis of Knowledge of Teens Free Sex Behaviour and How Prevented,” PROFESI, 13(September), hal. 56–60.

Marni, M. et al. (2018) “The Lived Experience of Women with HIV / AIDS : A Qualitative Study,” International Journal of Caring Sciences, 11(3), hal. 1475–1482.

Ministry of Health Indonesia [Kemenkes] (2019) “Laporan Perkembangan HIV AIDS and STIs Triwulan IV Tahun 2018 [Quarterly Report of HIV AIDS and STIs 2018],” hal. 164. Tersedia pada: http://siha.depkes.go.id/portal/files_upload/Laporan_Triwulan_IV_2018.pdf.

Nurwati, N. dan Rusyidi, B. (2019) “Pengetahuan Remaja Terhadap Hiv-Aid,” Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 5(3), hal. 288. doi: 10.24198/jppm.v5i3.20607.

Parut, A. A. (2016) “Hubungan pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan stigma terhadap ODHA pada Siswa Kelas XI SMK VI Surabaya,” Jurnal Ners LENTERA, 4(2), hal. 106–113.

Pratiwi, D. W. K. (2015) “Pencegahan Penularan HIV Perempuan Pasangan Pengguna Narkoba Suntik di Kota Semarang,” Jurnal Permata Indonesia, 6(1), hal. 9–20.

Pratiwi, N. dan Basuki, H. (2012) “Hubungan Karakteristik Remaja Terkait Risiko Penularan Hiv-Aids Dan Perilaku Seks Tidak Aman Diindonesia,” Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 14(4 Okt), hal. 346–357. doi: 10.22435/bpsk.v14i4.

Ritanti et al. (2017) “A phenomenological study of families with drug-using children living in the society,” International Journal of Pediatrics and Adolescent Medicine. Elsevier Taiwan LLC, 4(3), hal. 100–107. doi: 10.1016/j.ijpam.2017.04.001.

Wahyu, I. (2013) Pengaruh Pengetahuan, Sikap, dan Motivasi Diri terhadap Perilaku Pencegahn HIV/AIDS pada Siswa-siswi SMA Perkotaan di Kabupaten Sragen, Fakultas Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Yuliza, W. T., Hardisman, H. dan Nursal, D. G. A. (2019) “Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan HIV/AIDS Pada Wanita Pekerja Seksual di Kota Padang,” Jurnal Kesehatan Andalas, 8(2), hal. 376–384. Tersedia pada: http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1015.

Article Metrics

Sari view : 33 times
PDF - 15 times PDF - 6 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.