Analisis Organoleptik Fruit Leather Talok Dengan Penambahan Kubis Ungu

Mahilda Risty Octavian, Aprilia Miranti, Erika Nur Puspitasari, Retno Dewi Noviyanti

Sari

Talok merupakan salah satu tanaman yang memiliki substansi aktif sebagai antidiabetes yaitu asam askorbat, serat, niasin dan betakaroten. Talok dijumpai dimana-mana, selalu hijau terus menerus, berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Fruit leather adalah makanan yang berasal dari daging buah yang dihancurkan dan dikeringkan, berbentuk lembaran tipis dengan tekstur plastis dan kenyal, rasanya manis dan memiliki ciri rasa khas buah yang digunakan. Penambahan kubis ungu untuk menambah nilai gizi, mengandung rendah kalium yang baik untuk penderita diabetes mellitus dan adanya antosianin memberikan pewarnaan alami. Pengolahan talok menjadi fruit leather bertujuan untuk menciptakan inovasi pangan kaya gizi, kadar vitamin C tidak banyak berubah dan dapat dikonsumsi semua kalangan umur khususnya penderita diabetes mellitus. Metode penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL). Analisis statistik untuk mengetahui perbedaan organoleptik (rasa, aroma, warna, tekstur) dengan uji Friedman. Hasil uji organoleptik diperoleh hasil bahwa penambahan kubis ungu dengan konsentrasi 15% yang paling disukai. Hasil Uji Friedman diperoleh hasil rasa (p = 0,000), warna (p = 0,000), tekstur (p = 0,002) dan aroma (p = 0,689). Kesimpulannya adalah daya terima fruit leather dari segi rasa, warna, aroma dan tekstur baik serta ada perbedaan rasa, warna, tekstur pada masing-masing perlakuan, namun tidak ada perbedaan aroma.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

AOAC. (2005). Offical Methods of the Association of offecial Analycal Chemisis. Ar.Arlington, Virgina, USA : Association of Offecial Analytical Washington DC:Chemists, inc.

Asben, A. (2007). Peningkatan Kadar Iodium dan Serat Pangan dalam Pembuatan Fruit Leathers Nanas (Ananascomosus Merr) Dengan Penambahan Rumput Laut.Skripsi.Fakultas Pertanian Unand. Padang.

Cahyadi, Wisnu. (2008). Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Jakarta : Bumi Askara.

Gemilang, J. (2012). 1001 Aneka Buah dan Sejuta Khasiatnya Ampuh Mengatasi Beragam Penyakit. Yogyakarta: Araska.

Hardiman (2001). Tekstur Pangan PAU Pangan dan Gizi. Yogyakarta: UGM Press.

Putri, Aldila. dkk. (2018). Kandungan Antioksidan pada Kubis merah(Brassica oleracea L) Dan Aplikasinya Pada Pembuatan Kerupuk. Metana14(1):1-6.

Rahmanto, S, A, Parnanto, N, H, R, Nursiwi, A. (2014). Pendugaan umur simpan fruit leather nangka (Arrtocarpus heterophyllus) demean penambahan gum arab menggunakan metode accelerated shelf life test (ASLT) model arrhenius. J. Teknosains Pangan. 3(3):35-43.

Padmaningrum, Regina Tutik dan Das Salirawati. (2007). Pengembangan Prosedur Penentuan Kadar Asam Cuka secara Titrasi Asam Basa dengan Berbagai Indikator Alami (Sebagai Alternatif Praktikum Titrasi Asam Basa di SMA. Tesis. FMIPA UNY. Yogyakarta.

Sanjur, D. (1982) Social and Cultural Perspectives in Nutrition. New Jersey: Engelwood cliffs, Prentice Hall Inc.

Setyaningsih, D., Apriyantono, A., dan Puspita, S. (2010). AnalisisSensori Untuk Industri Pangan dan Agro. Bogor: IPB Press.

Soekarto, T.S. (1985). Penilaian Oraganoleptik untuk Industri Pangan dan Hasil Peternakan. Jakarta : Bhratara Karya Askara.

Verdayanti, Tyas Eka. (2009). Uji Efektifitas Jus Buah Kersen ( Muntingia Calabura L.) terhadapa Penurunana Kdar Glukosa Darah pada Tikus Putih ( Rattus norvegicus). Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UMM.

Winarno, F.G. (2004). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Article Metrics

Sari view : 11 times
PDF - 11 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.