Hubungan Komunikasi Terpeutik Perawat Dengan Kepuasan Pasien Terhadap Prosedur Tindakan Invasif

. Wijayanti, . Nabhani, Shara Pratitys Damayanti

Sari

Komunikasi terapeutik dapat menjadi salah satu indikator dalam mengukur kepuasan pasien, apabila komunikasi terapeutik tidak dilakukan akan menyebabkan sulit terciptanya hubungan saling percaya antara klien dan perawat yang mempengaruhi kepuasan yang dirasakan oleh pasien. Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Bangsal dewasa RSUD Surakarta didapatkan 2 pasien menyatakan puas, 3 pasien mengatakan kurang puas pada aspek komunikasi perawat dan perhatian pada saat memberikan tindakan invasif. Mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien terhadap prosedur tindakan invasif. Penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Bangsal dewasa RSUD Surakarta dengan teknik sampling purposive sampling 15 responden perawat dan 15 responden pasien dengan kuesioner. Analisa data yang digunakan spearmen rank pada signifikansi 5%terdapat hubunganantara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien terhadap prosedur tindakan invasif yang memiliki keeratan hubungan yang kuat sebesar 78% dengan nilai r= 0,784. Nilai p-value= 0,001 sedangkan nilai rtabel=0,514 dan rhitung=0,784. Terdapat hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien terhadap prosedur tindakan invasif dimana semakin baik komunikasi terapeutik yang dilakukan perawat maka kepuasan pasien juga semakin meningkat.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Andansari, Andansari, O. (2014). Efektifitas Komunikasi Terapeutik Interpersonal Perawat Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Fraktur di RSUD Dr. Moewardi. Surakarta: STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta.

Andriyani, I. (2015). Hubungan Kualitas Pela-yanan dalam Lima Dimensi Pelayanan dengan Kepuasan Pasien di Rawat Inap Puskesmas Bakti Kabupaten Sukoharjo. Diakses pada tanggal 15 Maret 2017.

Batbaatar, E., Dorjdagva, J., Luvsannyam, A., Savino, M. M., & Amenta, P. (2017). Determinants of patient satisfaction: A systematic review. Perspectives in Public Health, 137(2), 89-101. doi:http://e-resources.perpusnas.go.id:2136/10.1177/1757913916634136.

Dzomeku, V. M; Atinga, Tuluku, Mantey. (2013). In Patient Satisfaction With Nursing care. International of Research JournalIn Medical and Health sciences.

Fatriansari. (2012). Hubungan komunikasi terapeutik perawat anak dan tingkat ke-puasan keluarga yang anaknya menjalani hospitalisasi di RSUD AL Ihsan. Tesis. Propinsi Jabar.

Hajarudin. (2014). Hubungan Antara Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Di Puskesmas Pleret Bantul Yogyakarta. Diakses pada tanggal 10 Maret 2017, .

Irawan, A.G. (2015). Hubungan Antara Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kesehatan di Irna Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Diakses pada tanggal 14 Oktober 2016 .

Keliat, B. A., Akemat, Helena, N., & Nurhaeni, H. (2015). Keperawatan Kesehatan Jiwa Komunitas. Jakarta: EGC.

Klisiari, A., & Gaki, A. (2012). The Concept of Communication Between Nurse and Patient in the Catheterization Laboratory. Hospital Chronicles. 7(1): 26-30. Retrie-ved from http://search.proquest.com/ docview/1689877528?accountid.

Mappa. (2009). Hubungan persepsi pasien tentang komunikasi perawat denaga kepuasan pasien terhadap komunikasi di RSUP Dr. Soeraji. Klaten.

Oroh, M.E, dkk. (2014). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Terhadap Pelayanan Keperawatan di Ruang Interna RSUD Noongan. Jurnal Keperawatan. 2 (2). Diakses pada tanggal 15 Maret 2017, .

Otani K, Herrmann PA, Kurz RS. (2011). Improving patient satisfaction in hospital care settings. Health Serv Manage Res 2011 Nov;24(4):163-169.

Pohan, I.S. (2007). Jaminan Mutu Layanan Kesehatan: Dasar-Dasar Pengertian dan Penerapan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Diakses pada tanggal 3 Oktober 2016.

Pohan, S., I. (2007). Jaminan Mutu Layanan Kesehatan: Dasar-dasar Pengertian dan Penerapan. Jakarta: EGC.

Rahil, N. H. (2012). Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dalam Memberikan Obat dengan Tingkat Kepuasan Pasien dalam Pemberian Obat di Irna RSUD Sleman Yogyakarta. Diakses pada tanggal 21 September 2016,

Rangkuti, F. (2006). Measuring Customer Satis-faction Gaining Customer Relatonship Strategy Teknik Mengukur dan Strategi Meningkatkan Kepuasan Pelanggan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Diakses pada 3 Oktober 2016.

Rismiyati, T.C.M. (2015). Hubungan Komunikasi Terapeutk Perawat dengan Kepuasan Pelayanan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Brayat Minulya Surakarta. Diakses pada 9 Maret 2017.

Rush University Medical Center. (2013). Survey Hospital custumer of health pronder and system.

Sabarguna, B.S dan Rubaya, A.K. (2011). Sanitasi Lingkungan dan Bangunan Pendukung Kepuasan Pasien Rumah Sakit. Jakarta: Salemba Medika.

Sari, P. C. P. (2013). Faktor-Faktor yang Mem-pengaruhi Keputusan Berobat Serta Dampaknya Terhadap Kepuasan Pasien Skripsi. Semarang: Universitas Dipo-negoro Semarang. Diakses pada tanggal 26 Oktober 2016, .

Sari, R. Y. (2014). Pengaruh Sosialisasi SOP APD dengan Perilaku Perawat dalam Peng-gunaan APD (Handscoon, Masker, Gown) Di RSUD Dr. H. Soewondo. Semarang: STIKES Telogorejo Sema-rang. Diakses pada tanggal 01 April 2017, < http://e-journal/index.php/ilmu keperawatan/article/view/280>.

Senarath U, Gunawardena NS, Sebastiampillai B, Senanayake A, Lekamge S, Seneviratna A et al. (2013). Patient satisfaction with nursing care and related hospital services at the National Hospital of Sri Lanka. Leadership in Health Service. 26: 63–77.

Stuart, G. W., & Sundeen S., J. (2013). Mental health nursing: Principle and practice. Mosby.

Suryani. (2006). Komunikasi Terapeutik: Teori dan Praktik. Jakarta: EGC.

Article Metrics

Sari view : 329 times
PDF - 231 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.