HUBUNGAN DERAJAT BERAT MEROKOK BERDASARKAN INDEKS BRINKMAN DENGAN DERAJAT BERAT PPOK

Ika Nugraha

Sari

Morbiditas dan mortalitas penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) di Indonesia sangat tinggi. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan terutama PPOK adalah berhubungan dengan merokok. Fakta bahwa peningkatan prevalensi PPOK adalah penyakit di mana penyakit ini adalah penyakit masyarakat di sekitar kita dan sangat terkait dengan merokok, maka perlu untuk mempelajari hubungan tingkat merokok berat dengan indeks Brinkman dengan keparahan PPOK.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara merokok dengan tingkat keparahan derajat berat PPOK. Metode yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan casecontrol. Subyek penelitian ini adalah pasien dengan PPOK di unit rawat inap dan rawat jalan yang telah di diagnosis pasti oleh dokter Spesialis Paru di RSUP Dr Ario Wirawan Salatiga Rumah Sakit.

Hasil yang diperoleh empat puluh pasien, laki-laki seks sepenuhnya dengan usia rata-rata 50-59 tahun sebanyak 13 orang (32,5%). Persentase pasien dengan COPD menunjukkan sebanyak 16 orang (40%) dan derajat berat 12 orang (30%). Sedangkan hasil analisis data menggunakan Open Epi versi 2.3 diperoleh hasil sebagai berikut (OR = 8, p-value = 0,025, CI = 0,88 sampai 75,47), yang berarti ada hubungan yang signifikan antara tingkat merokok berat dengan keparahan derajat PPOK. Perokok dengan indeks Brinkman memiliki risiko PPOK sedang atau berat mengalami derajat berat atau lebih, 8 kali lebih besar dibandingkan perokok ringan dengan indeks Brinkman.

Kata kunci: merokok, Brinkman indeks, PPOK

Teks Lengkap:

PDF

Article Metrics

Sari view : 1327 times
PDF - 2600 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.